gelar s2 hukum di luar negeri

NadirsyahHosen - Monash University. Nadirsyah Hosen adalah seorang akademisi Indonesia yang mengajar di Fakultas Hukum, Monash University sejak tahun 2015. Menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah (kini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), pria kelahiran 8 Desember 1973 ini kemudian berhasil meraih dua gelar master ProgramDouble Degree Program kembaran atau gelar ganda (double degree) adalah penyelenggaraan kegiatan antar perguruan tinggi baik dalam negeri maupun melalui kerjasama antara perguruan tinggi di dalam negeri dengan perguruan tinggi di luar negeri, untuk melaksanakan suatu program studi secara bersama serta saling mengakui lulusannya. . Pendaftaranbeasiswa ini dibuka pada Selasa 12 Juli 2022 dan ditutup pada 12 Agustus 2022 pukul 20.59 WIB. Link Beasiswa di Luar Negeri. (Foto: Tagar/Quola) TAGAR.id, Jakarta - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese membuka sebanyak 10 program beasiswa dalam rangka G20 bertema "Recover Together, Recover Stronger" bagi warga Indonesia yang 1 Prof. Erman Rajagukguk (Guru Besar Hukum Universitas Indonesia) Prof. Erman Rajagukguk (Erman) lahir di Padang pada 1 Juni 1946. Beliau mendapat gelar S.H. (Sarjana Hukum) dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1975 dan kemudian disumpah menjadi seorang advokat oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta pada tahun yang sama. 6 Vidi Aldiano. Gambar: surganyamusic.blogspot.co.id. Tak hanya Afgan saja yang merupakan artis ternama Indonesia berwajah ganteng idolanya kaum hawa yang pernah kuliah di luar negeri. Ada Vidi Aldiano yang juga pernah menempuh pendidikan perguruan tinggi di luar negeri tepatnya di Manchester University, Inggris dengan gelar S2 jurusan Bisnis. Site De Rencontre Gratuit Dans Le 62. Apa satu kesamaan yang dimiliki oleh Barack Obama, Margaret Thatcher, dan Mahatma Gandhi?Terlepas dari kenyataan bahwa mereka adalah pemimpin dunia yang mempengaruhi masyarakat, mereka semua juga belajar hukum!Hukum mungkin merupakan salah satu bidang akademik tertua di dunia. Meski begitu, ilmu ini memiliki kualifikasi yang masih dijunjung tinggi sampai saat ini dan mengarah ke peluang karier yang sebagian dari mereka yang memilih untuk belajar hukum akhirnya bekerja di ruang sidang, tapi nyatanya tidak selalu terbalik dengan padangan orang-orang, mengejar ilmu hukum dan legal tidak hanya mengarah pada karier di industri hukum saja. Faktanya, ilmu ini meliputi beragam bidang dan memungkinkan Anda bekerja di berbagai industri. Jika tertarik dengan bidang studi ini, Anda harus memahami perbedaan utama antara studi hukum dan legal sehingga Anda bisa membuat keputusan yang tepat. Apa itu hukum? Ketika Anda memilih untuk belajar hukum, Anda akan memahami teori hukum dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan nyata. Ada berbagai bidang di dalamnya termasuk hukum publik, hukum perusahaan dan hukum pidana, serta berbagai masalah hukum seperti hak asasi manusia dan lingkungan. Sebagai pengacara, Anda akan mewakili individu atau lembaga di pengadilan dan memanfaatkan pengetahuan yang Anda miliki tentang hukum, peradilan, dan preseden untuk membantu klien mengamankan hak mereka saat diadili. Apa itu studi hukum? Sebagai bidang interdisipliner yang memadukan antara ilmu politik, sejarah, ekonomi dan sosiologi, kajian hukum berfokus pada aspek teori. Namun, ilmu ini juga membekali Anda dengan keterampilan yang dapat dikembangkan ke depannya seperti pemecahan masalah dan kemampuan hukum memungkinkan Anda untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana sistem hukum bekerja serta belajar bagaimana peraturan dibentuk dan kemudian diterapkan di masyarakat melalui proses hukum. Prospek industri di masa depan Permintaan akan pengacara dan paralegal diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan akan layanan hukum, baik untuk perorangan, badan federal, maupun bisnis. Peluang kerja untuk pengacara diproyeksikan tumbuh sebesar 10% pada dekade ini, menurut US Bureau of Labor Statistics. Dengan kata lain, ada lowongan pekerjaan untuk pengacara setiap tahun dalam periode ini!Diprediksi akan menjadi pasar global utama, industri hukum diperkirakan akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 6,97% hingga mencapai US$998,73 miliar pada tahun pertumbuhan yang stabil di masa depan, memasuki industri hukum dapat menjadi langkah yang baik bagi mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan yang stabil dan bergaji ini adalah jalur karier yang Anda pertimbangkan, baca terus artikel ini untuk mendapatkan infromasi yang lebih jelas tentang apa yang harus diperhatikan sebelum memulai studi hukum dan legal. 3 hal yang harus Anda ketahui tentang belajar hukum dan legal 1. Pilihan studi dan biaya Hukum Jika berencana untuk mengambil jalur sekolah hukum, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mendapatkan gelar ada gelar khusus yang diperlukan untuk masuk sekolah hukum. Namun, sebagian besar siswa yang ingin mengejar hukum biasanya memilih bidang studi dasar seperti psikologi, peradilan pidana, ilmu politik, filsafat atau sosiologi. Karena itu, bergantung pada negara tempat Anda berencana untuk belajar, Anda mungkin dapat langsung mendaftarkan diri ke program Sarjana HukumDi AS, biaya gelar sarjana berkisar antara US$ hingga US$ untuk program 4 tahun, bergantung pada pilihan perguruan tinggi dan program Anda. Setelah itu, Anda harus mengikuti Law School Admissions Test LSAT, yang terdiri dari esai tertulis dan 175 pertanyaan pilihan ganda. Untuk proses ini, Anda harus menyisihkan biaya sekitar AUD$340 untuk tes tertulis, rapor sekolah hukum, dan layanan perakitan kredensial. Skor LSAT Anda kemudian dapat digunakan untuk mendaftar di program gelar Juris Doctor JD di sekolah hukum, di mana Anda akan mendapatkan spesialisasi dalam disiplin hukum - baik itu hukum pajak, pidana, lingkungan atau konstitusional. Tergantung pada sekolah yang dipilih, Anda memerlukan biaya antara US$ untuk sekolah umum hingga US$ untuk sekolah swasta pada program studi hukum 3 tahun. Anda akan memiliki lisensi untuk praktik hukum di negara bagian Anda di AS setelah mendapatkan Juris Doctor dan menyelesaikan ujian State Bar Association. Karena negara bagian yang berbeda memiliki undang-undang dan peraturan yang berbeda, Anda mungkin diminta untuk mengikuti ujian State Bar di negara bagian lain jika ingin berlatih di sana. Legal Ada hampir 1000 universitas dan perguruan tinggi yang menawarkan program studi hukum di AS, dengan biaya kuliah rata-rata US$ untuk program sarjana dan US$ untuk program pascasarjana per Inggris, diperkirakan Anda perlu membayar antara £ hingga £ per tahun untuk program sarjana dan £ hingga £ per tahun untuk program magister. 2. Pekerjaan dan peluang karier Sebagai lulusan hukum, beberapa pilihan pekerjaan yang bisa dipertimbangkan antara lain Penasihat perusahaan Pengacara imigrasi Pengacara paten Hakim Profesor hukum Sementara, sebagai lulusan studi hukum, beberapa karier yang bisa Anda pilih adalah Paralegal Pengacara Sekretaris perusahaan Pengurus PNS Penasihat pekerja 3. Peluang lintas industri Selama kuliah, Anda akan diberikan keterampilan yang dapat dialihkan ke berbagai industri di berbagai pekerjaan. Jika memilih pekerjaan korporat, Anda dapat mengambil pekerjaan sebagai asisten sumber daya manusia, konsultan, analis, dan perwakilan layanan pengguna. Bagi Anda yang lebih suka tidak berada di kantor sepanjang waktu, Anda dapat mempertimbangkan untuk bekerja sebagai jurnalis, agen real estate, atau menjadi pengusaha dan bekerja sendiri. Ambil langkah selanjutnya untuk mengejar hukum dan legal Apakah Anda berencana untuk melanjutkan pendidikan di bidang hukum dan legal? Jika iya, kami dengan senang hati akan membantu Anda! Di IDP, kami memiliki tim konselor pendidikan yang akan memberikan bimbingan khusus terkait pemilihan jurusan dan membantu proses aplikasi Anda. Temukan beragam pilihan jurusan hukum dan legal serta pilihan universitas sebelum Anda mengambil risiko dan memulai perjalanan menuju karier impian! Mulailah dengan mendaftar sesi konseling gratis Anda hari ini. Konsultasi Gratis dengan IDP Gelar S2 Luar Negeri – Gelar s2 luar negeri dengan gelar s2 di dalam negeri memang berbeda dalam segi penamaan dan juga penyingkatan. Hal ini sebenarnya tidak masalah, tetapi seringkali memiliki nilai jual yang berbeda dalam masalah branding citra dan juga penjelasan secara spesifik ilmu-ilmu yang kita pelajari. Untuk Info lebih lengkapnya bisa isi Biodata Disini Gelar gelar s2 luar negeri telah sejak lama memberikan gelar yang secara spesifik menjelaskan jurusan yang kita ambil dalam rumpun ilmu yang lebih jelas ketimbang gelar s2 dalam negeri. Misalnya gelar s2 di dalam negeri dahulunya pada bidang-bidang sosial ekonomi humaniora disamakan ke dalam magister sosial Hanya baru baru ini saja gelar s2 di dalam negeri memiliki penjelasan yang lebih spesifik, misalnya untuk lulusan fakultas ekonomi s2 nya mendapat gelar atau lulusan s2 dalam negeri fisipol mendapat gelar dan gelar gelar di fakultas ilmu budaya dan filsafat mendapat gelar atau Baca Juga Letak Astronomis Perancis di Peta Eropa Sementara itu, gelar gelar s2 luar negeri telah lama mengikuti kaidah klaster yang berada dalam dua madzab yang berbeda, yaitu madzab anglo saxon Inggris Eropa dan juga madzab Amerika. Keduanya sebenarnya tidak jauh berbeda, bahkan gelar s2 luar negeri di amerika dan eropa disesuaikan dengan kurikulum program s1 yang sejalur dan sebidang. Contoh paling nyatanya adalah Belanda, kita sebenarnya mewarisi gelar gelar akademik luar negeri dari Belanda yang kemudian dihapus secara perlahan-lahan. Dahulu, ketika Indonesia masih dijajah Belanda untuk gelar s1 dalam negeri seseorang akan mendapat gelar BA yang digunakan sama dengan gelar s1 di Eropa. jika anda tengok gelar guru atau pegawai zaman kolonial maka mereka masih memiliki gelar BA Bacchalaurete atau Bachelor of Arts, sementara untuk jurusan sains akan mendapat gelar BSc Bachelor Science atau Ir insinyur yang merupakan serapan dari Engineer. Gelar gelar ini tetap dipertahankan ketika seseorang melanjutkan studi s2 di negara eropa, ketika lulusan Hindia Belanda studi s2 di Eropa, maka akan mendapat gelar MA Master of Arts untuk jurusan sosial dan Mr meneer in de rechteen untuk master ilmu hukum. Namun, secara perlahan-lahan Indonesia menghapus sistem gelar s1 dan gelar s2 luar negeri tersebut dengan sistem baru. Sistem baru ini yaitu Drs dan Dra serta master pada variasi masing-masing gelar s2 sesuai dengan jurusannya. Seperti dan juga Nah, pada periode tahun 2000-an, kampus-kampus besar di Indonesia mulai melakukan perubahan besar-besaran pada sistem penamaan gelar. Perubahan ini mengadopsi gelar gelar s2 luar negeri yang berada di kampus eropa, amerika dan juga australia. Salah satu kampus Indonesia yang mengadopsi gelar gelar s2 luar negeri ini adalah Universitas Gadjah Mada, jadi seorang lulusan S2 ugm akan mendapat gelar yang sama persis dengan mereka yang meraih gelar s2 luar negeri dari kampus eropa, amerika dan australia. Pada prinsipnya gelar gelar s2 luar negeri dari kampus eropa, amerika dan australia berbasis pada spesifikasi jurusannya masing-masing, sehingga publik akan langsung mengenali ketika melihat gelar yang dipakai seseorang berasal dari jurusan atau program studi tertentu. Gelar gelar s2 luar negeri yang diadopsi oleh Universitas Gadjah Mada ini telah lama digunakan di kampus-kampus ternama di Inggris oxford dan cambridge, amerika harvard, george washington hingga australia monash, sydney hingga australian national university. Pada daftar umum, daftar gelar s2 luar negeri yang digunakan kampus-kampus di negara eropa, amerika dan australia dapat dilihat dalam bagan di bawah ini Sekolah /Fakultas-Fakultas Bidang Studi Sastra Budaya dan Kajian Wilayah Departemen Sastra/Linguistik Master of Arts Departemen Kajian Media dan Budaya Master of Arts Departemen Ilmu Sejarah Master of Arts Departemen Antropologi Master of Arts Departemen Arkeologi Master of Arts Departemen Asia Tenggara/Asia Timur/Kajian Wilayah Master of Arts Sekolah/Fakultas-Fakultas Bidang Studi Filsafat, Pemikiran dan juga Teologi Departemen Filsafat Barat Master of Philosophy Departemen Filsafat Timur Master of Philosophy Departemen Pemikiran dan Perbandingan Agama Master of Philosophy Sekolah/Fakultas-Fakultas Bidang Pendidikan, Perbandingan Pendidikan, Pendidikan Bahasa Inggris Departemen Pendidikan Master of Education Departemen Perbandingan Pendidikan Comparative Education Master of Education Departemen Pendidikan Bahasa Inggris Master of TESOL Sekolah/Fakultas Bidang Ilmu Sains Murni Departemen Biologi Master of Science Departemen Kimia Master of Science Departemen Fisika Master of Science Departemen Geografi Master of Science Sekolah/Fakultas Bidang Ilmu Teknik Departemen Teknik Kimia Master of Engineering Departemen Teknik Sipil Master of Engineering Departemen Teknik Mesin Master of Engineering Departemen Teknik Arsitektur Master of Engineering Departemen Teknik Elektro Master of Engineering Departemen Perencanaan Kota Master of Engineering Departemen Teknik Geomatika Master of Engineering Departemen Transportasi Master of Engineering Sekolah/Fakultas Bidang Ilmu Ekonomi Departemen Akuntansi Master of Accounting Departemen Ilmu Ekonomi Master of Economic Departemen Ilmu Manajemen Master of Science Departemen Ilmu Bisnis Manajemen Master of Business Administration MBA. Departemen Ekonomi Pembangunan Master of Economic Development Sekolah/Fakultas Bidang Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Departemen Kedokteran Master of Science Departemen Kesehatan Masyarakat Master of Public Health MPH Departemen Kedokteran Gigi Master of Dental Science MDSc Sekolah/Fakultas Bidang Ilmu Hukum Departemen Ilmu Hukum Master of Laws Sekolah/Fakultas Bidang Ilmu Farmasi Departemen Ilmu Farmasi Master of Science Sekolah/Fakultas Bidang Ilmu Sosial, Politik dan Hubungan Internasional Departemen Ilmu Politik Master of Arts Depatemen Sosiologi Master of Arts Departemen Hubungan Internasional Mater of Arts Departemen Administrasi Negara Master of Public Administration MPA. Sekian artikel mengenai Gelar S2 Luar Negeri . Semoga anda bisa kuliah dan mendapatkan Gelar S2 Luar Negeri yang anda impikan Berbagai hal di dunia dinaungi oleh payung hukum untuk menjaganya tetap di jalur yang tepat. Tidak heran peminat jurusan hukum terus bertambah. Sebagai jurusan yang memiliki prospek pekerjaan luas, beasiswa S2 Hukum luar negeri hadir untuk membuka peluang bagi yang tertarik mempelajarinya. Apa saja rekomendasi terbaik yang dapat menjadi pilihan? 1. Monash University Universitas ini terletak di kota Melbourne, tepatnya Clayton. Tercatat pelajar dari luar negeri yang menempuh pendidikan di sini. Jurusan hukum di Monash termasuk satu yang terbesar dan dinamis di seluruh Australia, dengan beasiswa yang ditawarkan yakni Law Faculty International Study. Skema beasiswa ini diperuntukkan kepada mahasiswa yang mengambil Juris Doctor dan Bachelor of Law. Total dana beasiswanya mencapai hingga AUD untuk satu tahun, perkuliahan, transportasi, hingga biaya hidup. Untuk masuk program internasional, wajib sudah terdaftar sebagai mahasiswa penuh waktu pada salah satu program yang ada di fakultas hukum Monash. Mahasiswa juga harus memenuhi semua mata kuliah yang wajib di program pilihan, dan telah diterima dalam program internasional di Monash. 2. Harvard Law School Harvard telah lama dikenal sebagai Universitas yang unggul dalam bidang hukum, bahkan yang terbaik. Dilengkapi dengan tenaga pengajar yang telah ahli dan profesional dalam ilmu hukum, Harvard juga termasuk sekolah hukum yang paling tua di Amerika. Sepak terjangnya telah terbukti mencetak lulusan yang mumpuni di bidangnya. Melihat tingginya antusiasme pelajar internasional terhadap program hukumnya, Harvard menyediakan beasiswa yang diperuntukkan bagi pelajar internasional untuk mengambil studi hukum. Baik S1 maupun beasiswa S2 hukum luar negeri dapat ditempuh dengan pembiayaan penuh, dengan persyaratan lengkap yang bisa dilihat web resmi Harvard University. 3. Yale Law School Universitas Yale telah resmi berdiri sejak abad ke 19, tepatnya tahun 1824. Dengan pengalaman lebih dari 200 tahun dalam mendidik dan menyiapkan lulusan yang kompeten, Yale menjadi sekolah hukum yang kualitasnya tidak diragukan lagi. Hingga kini, Yale menempati posisi keempat sekolah hukum terbaik dunia. Eksistensinya masih terjaga hingga kini, dengan pengembangan tenaga pendidik dan program yang terus dilakukan. Yale juga menyediakan beasiswa untuk menempuh pendidikan hukum bagi pelajar yang berasal dari luar negeri. 4. The University of Sydney Berdasarkan peringkat di QS World, Universitas Sydney berhasil menduduki peringkat pertama dan keempat di dunia dari segi kemampuan kerja lulusannya. Hal ini tentu pencapaian luar biasa, mengingat tak jarang lulusan yang kinerjanya kurang kompeten. Lulusan Law School dari Universitas ini telah mencatat berbagai pencapaian unggul. Mulai dari perdana menteri, presiden dari bank dunia, hingga hakim tinggi pada pengadilan Australia. Reputasinya yang gemilang membuat Universitas ini terus mengembangkan sayapnya, yakni membuka peluang beasiswa S2 Hukum luar negeri. Di program Juris DoKtor dan Master of Law, penerima beasiswa bisa berkuliah tanpa dikenakan biaya hingga lulus. 5. ANU College of Law Australian National University, lebih dikenal dengan ANU adalah Universitas dengan segudang prestasi di Australia. Sebagai Universitas potensial, ANU memberi banyak slot beasiswa untuk pelajar luar negeri yang tertarik mengambil jurusan Hukum. Beasiswanya beragam, bahkan ada yang mencapai hingga 298 juta rupiah untuk berkuliah, termasuk biaya hidup. Itu tadi ulasan mengenai beasiswa S2 Hukum luar negeri yang bisa menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam ilmu di bidang hukum. Bagi yang tertarik menjadi jaksa, pengacara, hakim dan sebagainya, beasiswa bisa dimanfaatkan untuk meraih impian tersebut. Dengan mencatat gelar S2, lulusan memiliki potensi serta peluang besar untuk bergabung sebagai penegak hukum yang ahli di bidangnya. Navigasi pos Jurusan hukum adalah salah satu jurusan populer yang digandrungi setiap tahun, apalagi saat ini tersedia beasiswa S2 hukum di luar negeri. Jurusan hukum menyediakan prospek pekerjaan luas dengan gaji besar sehingga merupakan salah satu jurusan kamu punya rasa tertarik tinggi pada jurusan hukum dengan cita-cita menjadi Jaksa, pengacara, ataupun Hakim maka kamu bisa mewujudkan mimpi tersebut dengan mengambil peluang Beasiswa S2 Hukum Luar Negeri Berdasarkan UniversitasBerikut pilihan beasiswa jurusan hukum terutama untuk S2 di luar negeri1. Beasiswa Harvard Law SchoolJurusan hukum di Universitas ini merupakan salah satu jurusan terbaik dunia. Sekolah hukum di Universitas Harvard tersedia dengan tenaga pendidik profesional juga ahli pada bidang itu Universitas Harvard menyediakan program sebagai salah satu sekolah hukum pertama dan tertua di Amerika. Sekolah Hukum Universitas tersebut juga menerapkan adanya kurikulum terbaru. Tujuannya adalah supaya para mahasiswa lebih siap bekerja pada dunia Beasiswa Yale Law SchoolUniversitas Yale juga memberikan pendidikan jurusan hukum berkualitas cukup baik karena berhasil menempati ranking keempat terbaik dunia. Lembaga perguruan tinggi ini berdiri sejak tahun 1824 dan mampu menjaga eksistensinya sampai saat ini dalam menyediakan pendidikan bidang Yale Law School hampir 200 tahun mendidik para mahasiswanya. Kamu bisa memanfaatkan siswa untuk menjadi mahasiswa internasional kuliah di Yale Australian National UniversityKamu juga bisa memanfaatkan beasiswa S2 hukum di luar negeri dengan menjadi mahasiswa di Australian National University. Sebagai perguruan tinggi terbaik Australia, Universitas ini menyediakan peluang beasiswa bagi mahasiswa internasional. Jenis beasiswa bisa dari kampus ataupun dari kerjasama antara kampus dan yayasan luar bisa memanfaatkan program beasiswa bagi mahasiswa internasional termasuk mahasiswa asal Indonesia dengan mengambil kuliah jurusan hukum. Besaran beasiswa yang dapat kamu terima mencapai 298 juta rupiah per Kerja Setelah Lulus S2 Jurusan HukumSelama kuliah kamu akan belajar tentang sistem hukum dan kehidupan masyarakat juga kegiatan bisnis. Ada banyak ilmu hukum yang dapat kamu pelajari mulai dari hukum dagang dan hukum perdata hukum perdata sampai hukum mempelajari jurusan ini kamu juga akan meningkatkan kemampuan menghafal berpikir logis dan berpikir kritis. Tidak hanya itu, jurusan hukum juga mendidik para mahasiswa agar komunikatif, mampu mengutarakan pendapat secara jelas, juga mampu menganalisis dan menyelesaikan kemampuan tersebut prospek karir sudah menunggu pada bidang cukup luas. Kamu bisa menjadi seorang pengacara Jaksa Hakim politisi, dosen, Panitera dan masih banyak lagi. Dalam rumpun sosial humaniora, jurusan hukum merupakan pilihan favorit. Bahkan hampir seluruh perguruan tinggi di dunia pasti menyediakan jurusan informasi lengkap tentang apa saja universitas yang menyediakan beasiswa S2 hukum di luar negeri. Kamu bisa mempertimbangkan tawaran dari seluruh perguruan tinggi di atas untuk merencanakan kuliah ke luar negeri. QuoteOriginal Posted By imjustcurious►permisi agan". sebelumnya maaf klo ane salah kamar. ane mau tanya dong. jadi skarang ini ane semester 5 jurusan hukum pidana di salah 1 univ di jakarta. nah klo lancar, sekitar 2 tahun lg wisuda. amin. rencana nya, ane mau langsung lanjut s2 di Jerman. nah disana lebih gampang diterima klo jurusan s2 nya sama dgn background s1 nya, dalam hal ini hukum. sedangkan kan hukum indo & hukum disana berbeda. ane pribadi pengennya lanjut s2 yg lebih ke bisnis, manajemen dsb, klopun bisa nya hanya di bidang hukum, pengennya ya yg ga jauh" dari hukum bisnis, dsb. pertanyaan ane 1. kira" jurusan apa yg kira" cocok buat ane? 2. misal, ane ambil jurusan s2 hukum internasional, pas balik ke indo kira" bagusnya ane jadi apa ya? alias ada kesempatan bekerja di bidang apa saja? sekian, mohon dibantu ya gan thanks Petama, untuk jurusan yang ingin diambil silahkan riset sendiri di universitas yang diinginkan karena setiap universitas dan setiap jurusan menawarkan mata kuliah yang berbeda-beda. Tergantung keinginan dan keputusan Anda sendiri setelah mempertimbangkan apa yang Anda ingin dipelajari di sana. Kedua, S2 Hukum Internasional di luar negeri pada umumnya ada gelar Master of International Law MIL dan gelar yang umum, yaitu Master of Laws Di dalam kedua gelar tersebut sama-sama dapat belajar tentang hukum internasional. Untuk kesempatan bekerjanya, tergantung orang yang megang. Tetapi karena adalah gelar yang umum maka secara logis akan lebih mudah diterima oleh pemberi kerja. Sebagai catatan, jika tidak ingin jauh dari hukum bisnis, ada Master of Business Law MBL. Sekedar informasi juga, sebagian besar universitas di luar negeri akan menerima siswa dengan gelar Sarjana Hukum terlepas perbedaan hukum Indonesia dengan hukum yang berlaku di negara mereka. Biasanya memang syaratnya adalah Bachelor of Laws Sarjana Hukum versi internasional tapi di bagian akhir biasanya ditambah dengan or equivalent qualification yang intinya mereka akan menerima individu dengan gelar yang setara dengan Bachelor of Laws. Untuk masukan lebih lanjut, sebenarnya yang patut dipertanyakan adalah pilihan negara Jerman sebagai negara tujuan belajar di luar negeri karena sebenarnya universitas paling top fakultas hukumnya ada di Inggris, dan Amerika. Inggris ada University of Oxford, University of Cambridge, University College London, King's College London, London School of Economics and Political Science, dan Amerika tentunya ada University of Havard. Australia juga ada University of New South Wales dan University of Sydney. Saya sebenarnya tanya balik karena tidak ada tujuan yang jelas sekolah dan belajar hukum di Jerman. Selain tidak ada kemiripan antara hukum Jerman dan hukum Indonesia, Jerman juga tidak terkenal akan fakultas hukumnya. Mungkin untuk jurusan-jurusan teknik mereka adalah tujuan utama, tapi untuk hukum tentunya tidak demikian. Dan sebenarnya, menurut pendapat saya, sekolah ke luar negeri untuk belajar sistem hukum yang mirip dengan hukum Indonesia itu buang-buang tenaga dan waktu. Jika memang tujuannya adalah belajar hukum Indonesia kenapa tidak belajar di Indonesia saja? Sebagai kesimpulan, saya akan jujur mengatakan bahwa Anda terlihat sangat bingung dan tidak sepenuhnya berniat untuk sekolah ke luar negeri. Informasi yang saya sediakan di atas tersedia dengan sangat terbuka di world wide web. Dengan demikian, terlepas dari saran-saran saya di atas, saya menyarankan Anda untuk benar-benar mempertimbangkan dulu apa yang sebenarnya Anda sendiri inginkan. Mohon maaf atas kekurangan atau kesalahan informasi yang mungkin terdapat di jawaban saya ini, dan saya juga mohon maaf sebelumnya atas salah kata yang juga mungkin terdapat di jawaban ini. Salam.

gelar s2 hukum di luar negeri